Kamis, 16 Jul 2026
Beranda » Berita Utama » DPRK Mimika Gelar RDP Bahas PO Ayam Broiler, Peternak Lokal Terancam Gulung Tikar

DPRK Mimika Gelar RDP Bahas PO Ayam Broiler, Peternak Lokal Terancam Gulung Tikar

  • account_circle Admin
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak
Bagikan

TIMIKA (Jurnal Timika)

Belum ada solusi terkait kapan purchasing order (PO) ayam broiler akan dibuka kembali, Komisi II DPRK Mimika memanggil PT Freeport Indonesia, PT Pangan Sari Utama (PSU), PT Plasma Utama Mitra Selaras (PUMS), dan Dinas Peternakan Mimika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (15/07/2026).

Pertemuan yang juga dihadiri PT Arafuru Papua Raya selaku pemegang PO serta asosiasi peternak ayam pedaging di Timika ini digelar menyusul penghentian sementara PO yang berdampak pada sedikitnya 67 peternak lokal, sebagian besar merupakan Orang Asli Papua (OAP). Sebelumnya, puluhan peternak bahkan menggelar aksi protes dengan membakar ban di kawasan Warehouse LIP Kuala Kencana, Kamis (18/6/2026), menyuarakan keberatan atas penghentian dan dugaan pengalihan PO.

Dalam RDP tersebut, Perwakilan PT Pangansari, Adrian Andika, menjelaskan bahwa PO diterbitkan dan ditujukan kepada PT PUMS sebagai mitra resmi perusahaan. Oleh karena itu, mekanisme penyaluran PO dari PT PUMS kepada pihak lain berada di luar kewenangan PT Pangansari.

Sementara itu, perwakilan PT PUMS menanggapi bahwa dalam pelaksanaan pengadaan ayam beku, PT PUMS bermitra dengan PT RFU sebagai pemasok. Namun karena ada beberapa temuan, PO ditahan sementara hingga permasalahan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) milik Dinas Kesehatan Hewan (Dinakeswan) Mimika sesuai prosedur. PT PUMS berharap proses verifikasi dapat segera dilaksanakan agar kerja sama dan penyaluran produk peternak lokal dapat kembali berjalan.

Direktur PT RFU, Yance Sani, mengatakan sejak adanya penghentian PO, operasional perusahaan tetap berjalan guna mengurangi dampak kerugian yang dialami para peternak. Seluruh ayam yang telah memasuki masa panen tetap dipotong dan disimpan di cold storage.

Yance menjelaskan, ayam beku sebenarnya tidak memiliki batas waktu tertentu untuk disimpan. Namun, semakin lama disimpan, biaya operasional dan perawatan teknis akan semakin tinggi. Hingga kini, kurang lebih 50 ton ayam tersimpan di cold storage dan produksi masih terus berjalan.

“Kita per minggu itu bisa memotong 7-10 ton. Kalau ditutup berbulan-bulan, bisa dibayangkan berapa puluh ton yang ada di cold storage dan akan terus bertambah. Ayam ini ada masa panennya 30 hari. Jadi selama ayam masih di kandang, produksi harus tetap jalan,” ujarnya.

Menanggapi hasil RDP, Yance menilai kesimpulan yang dihasilkan belum sepenuhnya menjawab masalah. Sebab perwakilan dari pihak terkait hanyalah sebagai utusan yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan terhadap persoalan yang terjadi.

“Kami sadar bahwa yang hadir mewakili PSU itu adalah pihak yang diutus, mereka tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan di sini, mereka harus melakukan meeting dan lain-lain, ada proses yang harus mereka lalui,” terangnya.

Namun, ia optimistis persoalan tersebut akan dibahas secara serius. Terkait kepastian waktu, Yance mengatakan pihaknya menunggu hasil mediasi yang akan difasilitasi DPRK.

“Mengenai waktu bukan kami yang tentukan tetapi dari DPRK sebagai mediator kita. Maksimal satu minggu itu sudah ada jawaban. Kami lagi tunggu minggu depannya seperti apa,” pungkasnya.

Ketua Komisi II DPRK Mimika Dolfin Beanal mengatakan DPRK akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ditemukan solusi yang menguntungkan semua pihak. Ia menegaskan, perlindungan terhadap pengusaha lokal merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha asli Papua yang mulai berkembang di sektor peternakan.

“Peternak lokal harus kita lindungi. Jangan sampai mereka kehilangan semangat berusaha karena kesulitan memasarkan produknya,” kata Dolfin.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie. Ia menyebut akibat penghentian PO, peternak lokal kini harus menanggung beban penyimpanan stok ayam di fasilitas cold storage selama berbulan-bulan dengan biaya operasional yang tidak sedikit.

“Kondisi ini tentu menjadi beban bagi pengusaha lokal karena mereka harus membayar biaya penyimpanan sementara produk belum terserap pasar,” kata Adrian.

DPRK Mimika berharap PT PSU dan PT PUMS dapat kembali melakukan peninjauan terhadap RPHU milik peternak lokal untuk memastikan seluruh standar kualitas dan keamanan pangan telah dipenuhi. (Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khidmatnya Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-80 di Polres Mimika

    Khidmatnya Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-80 di Polres Mimika

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika ( Jurnal Timika ) – Polres Mimika menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-80 yang diperingati setiap tanggal 10 November, di Pelatara Mapolres Mimika, Senin (10/11/2025). Upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Mimika Kompol Junan Plitomo. Wakapolres Mimika dalam amanatnya membacakan amanat yang disampaikan oleh Menteri Sosial Indonesia Saifullah Yusuf. Dalam […]

  • Seorang Pelaku Curanmor Ditangkap Polsek Kuala Kencana, Seorang lagi Kabur

    Seorang Pelaku Curanmor Ditangkap Polsek Kuala Kencana, Seorang lagi Kabur

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA (Jurnal Timika ) Unit Reskrim Polsek Kuala Kencana menangkap seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial LK, di parkiran Orie Catering, Jalan Cenderawasih, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (4/8/2025). Penangkapan itu dipimpin oleh kanit reskrim Polsek Kuala Kencanan Ipda Y. Tansah Kristiono, bersama 4 personel lain. Kasi humas Polres Mimika […]

  • Kapiraya Kembali Memanas, Kapolres Mimika: Kamtibmas Sudah Kondusif

    Kapiraya Kembali Memanas, Kapolres Mimika: Kamtibmas Sudah Kondusif

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA – Dua kelompok dilaporkan kembali terlibat aksi saling serang di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat, Rabu (11/2/2026). Aksi saling serang itu pun beredar luas dalam bentuk video. Terlihat warga tampak membawa senjata tajam berupa panah. Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (11/2/2026) membenarkan kejadian tersebut. “Ya betul untuk situasi […]

  • Mogok Petugas Sampah, Komisi IV DPRK Mimika Jadwalkan Panggil DLH dan Pekerja

    Mogok Petugas Sampah, Komisi IV DPRK Mimika Jadwalkan Panggil DLH dan Pekerja

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA ( Jurnal Timika ) – Aksi mogok kerja yang dilakukan petugas pengangkut sampah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika pada Senin (9/3/2026) membuat aktivitas pengangkutan sampah di dalam Kota Timika sempat lumpuh total sejak pagi hari. Akibat aksi tersebut, sampah terlihat menumpuk di sejumlah ruas jalan karena tidakada armada truk pengangkut […]

  • Pelaku Curanmor Diringkus Sat Reskrim Polres Mimika, Dua Rekannya Buron

    Pelaku Curanmor Diringkus Sat Reskrim Polres Mimika, Dua Rekannya Buron

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika – ( Jurnal Timika ) Pelaku curanmor yang juga seorang residivis kasus yqng sama berinisial EM (24) pada Sabtu 1 Maret 2025. Menurut rilis yang diterbitkan Humas Polres Mimika, dan diterima media ini Senin (3/3/2025), EM ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika pada 1 Maret 2025, sekitar pukul 08.00 WIT, bertempat di SP […]

  • Sebanyak 6 Ketua RT di Kelurahan Otomona Diganti, Syaratnya Bukan Karyawan atau ASN

    Sebanyak 6 Ketua RT di Kelurahan Otomona Diganti, Syaratnya Bukan Karyawan atau ASN

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Pemerintah Kelurahan Otomona, Distrik Mimika Baru, melakukan pergantian terhadap enam dari sembilan Ketua Rukun Tetangga (RT). Hanya tiga RT yang masih dijabat oleh ketua lama, sementara enam lainnya dipilih melalui mekanisme pemilihan langsung oleh warga. Kepala Kelurahan Otomona, Farida SE, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (2/6/2026), menjelaskan bahwa pemilihan ketua […]

expand_less