Minggu, 30 Agu 2026
Beranda » Berita Utama » DPRK Mimika Gelar RDP Bahas PO Ayam Broiler, Peternak Lokal Terancam Gulung Tikar

DPRK Mimika Gelar RDP Bahas PO Ayam Broiler, Peternak Lokal Terancam Gulung Tikar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • print Cetak
Bagikan

TIMIKA (Jurnal Timika)

Belum ada solusi terkait kapan purchasing order (PO) ayam broiler akan dibuka kembali, Komisi II DPRK Mimika memanggil PT Freeport Indonesia, PT Pangan Sari Utama (PSU), PT Plasma Utama Mitra Selaras (PUMS), dan Dinas Peternakan Mimika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (15/07/2026).

Pertemuan yang juga dihadiri PT Arafuru Papua Raya selaku pemegang PO serta asosiasi peternak ayam pedaging di Timika ini digelar menyusul penghentian sementara PO yang berdampak pada sedikitnya 67 peternak lokal, sebagian besar merupakan Orang Asli Papua (OAP). Sebelumnya, puluhan peternak bahkan menggelar aksi protes dengan membakar ban di kawasan Warehouse LIP Kuala Kencana, Kamis (18/6/2026), menyuarakan keberatan atas penghentian dan dugaan pengalihan PO.

Dalam RDP tersebut, Perwakilan PT Pangansari, Adrian Andika, menjelaskan bahwa PO diterbitkan dan ditujukan kepada PT PUMS sebagai mitra resmi perusahaan. Oleh karena itu, mekanisme penyaluran PO dari PT PUMS kepada pihak lain berada di luar kewenangan PT Pangansari.

Sementara itu, perwakilan PT PUMS menanggapi bahwa dalam pelaksanaan pengadaan ayam beku, PT PUMS bermitra dengan PT RFU sebagai pemasok. Namun karena ada beberapa temuan, PO ditahan sementara hingga permasalahan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) milik Dinas Kesehatan Hewan (Dinakeswan) Mimika sesuai prosedur. PT PUMS berharap proses verifikasi dapat segera dilaksanakan agar kerja sama dan penyaluran produk peternak lokal dapat kembali berjalan.

Direktur PT RFU, Yance Sani, mengatakan sejak adanya penghentian PO, operasional perusahaan tetap berjalan guna mengurangi dampak kerugian yang dialami para peternak. Seluruh ayam yang telah memasuki masa panen tetap dipotong dan disimpan di cold storage.

Yance menjelaskan, ayam beku sebenarnya tidak memiliki batas waktu tertentu untuk disimpan. Namun, semakin lama disimpan, biaya operasional dan perawatan teknis akan semakin tinggi. Hingga kini, kurang lebih 50 ton ayam tersimpan di cold storage dan produksi masih terus berjalan.

“Kita per minggu itu bisa memotong 7-10 ton. Kalau ditutup berbulan-bulan, bisa dibayangkan berapa puluh ton yang ada di cold storage dan akan terus bertambah. Ayam ini ada masa panennya 30 hari. Jadi selama ayam masih di kandang, produksi harus tetap jalan,” ujarnya.

Menanggapi hasil RDP, Yance menilai kesimpulan yang dihasilkan belum sepenuhnya menjawab masalah. Sebab perwakilan dari pihak terkait hanyalah sebagai utusan yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan terhadap persoalan yang terjadi.

“Kami sadar bahwa yang hadir mewakili PSU itu adalah pihak yang diutus, mereka tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan di sini, mereka harus melakukan meeting dan lain-lain, ada proses yang harus mereka lalui,” terangnya.

Namun, ia optimistis persoalan tersebut akan dibahas secara serius. Terkait kepastian waktu, Yance mengatakan pihaknya menunggu hasil mediasi yang akan difasilitasi DPRK.

“Mengenai waktu bukan kami yang tentukan tetapi dari DPRK sebagai mediator kita. Maksimal satu minggu itu sudah ada jawaban. Kami lagi tunggu minggu depannya seperti apa,” pungkasnya.

Ketua Komisi II DPRK Mimika Dolfin Beanal mengatakan DPRK akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ditemukan solusi yang menguntungkan semua pihak. Ia menegaskan, perlindungan terhadap pengusaha lokal merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha asli Papua yang mulai berkembang di sektor peternakan.

“Peternak lokal harus kita lindungi. Jangan sampai mereka kehilangan semangat berusaha karena kesulitan memasarkan produknya,” kata Dolfin.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie. Ia menyebut akibat penghentian PO, peternak lokal kini harus menanggung beban penyimpanan stok ayam di fasilitas cold storage selama berbulan-bulan dengan biaya operasional yang tidak sedikit.

“Kondisi ini tentu menjadi beban bagi pengusaha lokal karena mereka harus membayar biaya penyimpanan sementara produk belum terserap pasar,” kata Adrian.

DPRK Mimika berharap PT PSU dan PT PUMS dapat kembali melakukan peninjauan terhadap RPHU milik peternak lokal untuk memastikan seluruh standar kualitas dan keamanan pangan telah dipenuhi. (Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Kodam XVII/Cenderawasih Bersama BRI Untuk Masyarakat Papua

    Kolaborasi Kodam XVII/Cenderawasih Bersama BRI Untuk Masyarakat Papua

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Kodam XVII/Cenderawasih bekerjasama dengan BRI membangun sarana air bersih dan MCK sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya di wilayah-wilayah perkampungan dan pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan sarana sanitasi. Kalaborasi ini, ditandai dengan adanya pertemuan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M dengan […]

  • Pemkab Mimika Gelar Pelatihan Musik Tradisional bagi Generasi Muda Amungme dan Kamoro

    Pemkab Mimika Gelar Pelatihan Musik Tradisional bagi Generasi Muda Amungme dan Kamoro

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif menggelar pelatihan musik tradisional bagi generasi muda suku Amungme dan Kamoro di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kegiatan pembinaan kesenian bagi masyarakat dan pelaku seni tersebut berlangsung selama empat hari di Hotel Cartenz, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, pada Selasa hingga Jumat (14–17/7/2026). […]

  • DAFTAR NAMA PESERTA PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN MIMIKA YANG BELUM MENGAMBIL SERTIPIKAT TAHUN 2018-2024

    DAFTAR NAMA PESERTA PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN MIMIKA YANG BELUM MENGAMBIL SERTIPIKAT TAHUN 2018-2024

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    Bagikan Untuk Bapak / Ibu peserta PTSL dipersilahkan datang kekantor Pertanahan Kabupaten Mimika pada hari kerja mulai tanggal 05 Januari 2026 pukul 08.00 s.d 15.00 wit dengan membawa Alas Hak ( Pelepasan Asli ) dan KTP. NO TAHUN PENERBITAN DESA/ KELURAHAN NO HAK NAMA 1 2018 KWAMKI 06038 FABIANUS PIETER S. MAGAL 2 2018 KWAMKI […]

  • Penumpang KM. Sirimau Melompat ke Laut

    Penumpang KM. Sirimau Melompat ke Laut

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika )Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) melakukan pencarian terhadap seorang penumpang KM. Sirimau berusia 16 tahun Genu Bahakap yang menceburkan diri ke laut disekitar perairan Pulau Tiga. Kejadian ini bermula saat kantor SAR Pos Asmat pada Kamis (20/2/2025) siang menerima laporan dari seorang masyarakat yang menyebutkan pada Rabu 19 Februari 2025 kemarin, penumpang […]

  • Rp12 Miliar Dana Otsus 2026 Difokuskan untuk Petani OAP di Mimika

    Rp12 Miliar Dana Otsus 2026 Difokuskan untuk Petani OAP di Mimika

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika)) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika memastikan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2026 sebesar sekitar Rp12 miliar difokuskan seluruhnya untuk mendukung pengembangan petani lokal atau Orang Asli Papua (OAP). Plt Kepala DTPHP Mimika, Abdul Haris Sudharmono, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan pertanian masyarakat lokal, mulai dari […]

  • KKB Tembak Warga Sipil di Asmat, Rumah Dibakar

    KKB Tembak Warga Sipil di Asmat, Rumah Dibakar

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika ( Jurnal Timika ) – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak kembali melakukan aksi kejahatan bersenjata dengan menembak seorang warga sipil bernama Indra Guru Wardana di Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat, Minggu (21/9/2025). Setelah penembakan, para pelaku juga membakar rumah korban hingga rata dengan tanah. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen. […]

expand_less