Dinsos Mimika Gencarkan Bimbingan Sosial, Atasi Anak Putus Sekolah dan Anak Karton
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA ( Jurnal Timika)
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika terus mengintensifkan upaya penanganan terhadap anak putus sekolah dan anak karton melalui kegiatan sosialisasi bimbingan sosial yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan yang digelar di Hotel Horison Diana, Senin (29/6/2026), ini turut menghadirkan keluarga penyandang disabilitas, anak terlantar, lanjut usia terlantar, gelandangan, pengemis, serta para pemangku kepentingan terkait.
Acara tersebut resmi dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hery Onawame, yang mewakili Bupati Mimika. Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Sosial Mimika, Hasan Kemong, serta narasumber dari Sentra Gau Mabaji Makassar dan Polres Mimika.
Dalam sambutannya, Hery Onawame menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial bagi kelompok rentan. Ia menyebutkan bahwa penyandang disabilitas, anak terlantar, lansia terlantar, gelandangan, dan pengemis merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan dan kesempatan hidup yang layak.
“Bimbingan sosial bukan hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian individu maupun keluarga agar mampu menghadapi berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kualitas hidup,” ujar Hery di hadapan para peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Mimika, Hasan Kemong, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan berbagai persoalan sosial, termasuk anak putus sekolah dan anak karton.
“Kami saat ini masih melakukan pendataan terhadap anak putus sekolah maupun anak karton sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat,” kata Hasan.
Ia menambahkan, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam proses penertiban. Anak-anak yang ditemukan tidak bersekolah nantinya akan diarahkan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Hasan juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka berada di jalanan maupun kawasan parkir. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu munculnya berbagai permasalahan sosial yang lebih kompleks.
“Penanganan anak putus sekolah dan anak karton membutuhkan dukungan seluruh pihak agar mereka dapat kembali memperoleh hak atas pendidikan dan tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan permasalahan sosial di Kabupaten Mimika dapat tertangani secara komprehensif dan berkelanjutan. (Red)
- Penulis: Admin












