Mama-Mama Pesisir Mimika Dibekali Pelatihan Olahan Pangan Lokal untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga
- account_circle Admin
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) kembali menggelar program pemberdayaan perempuan.
Kali ini, fokus kegiatan diberikan kepada para ibu di daerah pesisir, tepatnya di Distrik Mimika Barat Jauh dan Mimika Barat Tengah, melalui pelatihan pengolahan bahan pangan setempat.
Kepala Dinas P3AP2KB Mimika, Johana AB Arwam saat ditemui pada, Rabu (3/6/3026), menjelaskan bahwa wilayah pesisir menyimpan potensi besar komoditas pangan lokal yang selama ini hanya dikonsumsi secara sederhana. Padahal, menurutnya, nilai ekonominya bisa sangat tinggi jika diolah dengan cara yang inovatif.

“Bahan pangan lokal ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga-keluarga di kampung pesisir. Kami melihat peluang besar jika mama-mama mampu mengubahnya menjadi produk bernilai jual” ucapnya.
Pelatihan yang diberikan tidak hanya sebatas teknik mengolah. Para peserta juga dibekali pengetahuan tentang cara mengemas produk yang menarik serta strategi dasar untuk memasarkan hasil olahan mereka. Hal ini penting agar produk lokal mampu bersaing dan memiliki peluang ekonomi yang lebih luas.
Lebih dari sekadar ekonomi, program ini juga menyasar aspek gizi keluarga. Dengan variasi olahan yang lebih kreatif dan menggugah selera, diharapkan konsumsi pangan bergizi, terutama bagi anak-anak, dapat meningkat.
“Kami ingin mama-mama di sini punya keterampilan jangka panjang. Pada akhirnya mereka bisa mandiri, memulai usaha sendiri, dan ikut membangun kesejahteraan keluarga serta masyarakat kampungnya,” tambah Johana.
Pemerintah Kabupaten Mimika optimistis, dari program ini akan lahir lebih banyak usaha mikro kecil berbasis potensi lokal. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan mendorong pembangunan yang berakar dari desa. (Red)
- Penulis: Admin













