Dinas Kesehatan Mimika Kembali Dorong Tiga Inovasi Unggulan, Targetkan Efisiensi dan Manfaat Langsung bagi Masyarakat
- account_circle Admin
- calendar_month 40 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan sosialisasi inovasi daerahKegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi di bidang inovasi pelayanan publik.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, dr. Sisma HL, S.ST., Bd., M.Keb, saat ditemui di Hotel Grend Tembaga pada, Selasa (2/6/2026), menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir (2024-2025), Dinkes Mimika berhasil meraih juara dengan menelurkan enam inovasi. “Kami sudah dua tahun berturut-turut meraih juara dari Dinkes Provinsi dengan enam inovasi. Tahun ini, kami dorong tiga inovasi baru,” ujarnya.
Menurut dr. Sisma, ketiga inovasi yang sedang disiapkan pada tahun 2026 ini meliputi:
1. PUS (Puskesmas Jalan Kaki) menuju PKG (Pusat Kesehatan Gratis) – layanan kesehatan jemput bola.
2. Rekam Medik Elektronik (RME) – digitalisasi catatan medis pasien.
3. Papeda Jiwa – program khusus bagi ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa).
“Kami harap setiap OPD berlomba-lomba menciptakan inovasi. Ini akan memudahkan kerja menjadi lebih efektif, efisien, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Tidak monoton setiap tahun, pasti ada peningkatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Sisma mengungkapkan bahwa syarat sebuah program bisa diajukan sebagai inovasi daerah adalah telah berjalan minimal 1–2 tahun sebelumnya dan manfaatnya sudah terbukti. Untuk program enam inovasi yang lalu, jika akan didaftarkan ulang di tahun 2026, maka harus ada peningkatan indikator.
“Contohnya dulu harus memenuhi lima item, sekarang cukup tiga item tapi dengan target yang lebih terukur, ” jelasnya.
Demi mematangkan persiapan, Dinas Kesehatan Mimika mengundang BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) untuk memberikan presentasi teknis. Sosialisasi internal ini akan berlangsung selama dua hari, mencakup teknis pelaporan dan pemenuhan persyaratan.
“Kalau di luar, BRIDA sudah melakukan sosialisasi ke semua OPD. Tapi untuk internal di dunia kesehatan, kami sendiri yang menggelarnya. Ini penting agar teman-teman di Dinkes benar-benar memahami alur dan persyaratan inovasi,” tutup dr. Sisma.
(Red)
- Penulis: Admin













