Mimika (Jurnal Timika), Ribuan umat Katolik di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengikuti perayaan Malam Kamis Putih pada Kamis (2/4/2026). Ibadah ini menjadi tanda dimulainya Tri Hari Suci (Triduum Paskah), yang memperingati perjamuan terakhir Yesus bersama ke-12 murid-Nya sebelum penyaliban di Bukit Golgota.
Dalam liturgi Gereja Katolik, Pekan Suci Paskah diawali dengan Minggu Palma, kemudian dilanjutkan dengan tiga hari suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci.

Perayaan Kamis Putih di Gereja St. Stefanus Sempan, Kelurahan Inauga, Jalan Busirih, dipimpin oleh Pastor Gabriel Ngga, OFM. Dalam homilinya, pastor mengingatkan umat akan peristiwa penting kehidupan Yesus, yaitu saat Ia membasuh kaki para murid-Nya (Yohanes 13:1-15). Menurut pastor, tindakan membasuh kaki yang pada zamannya dianggap sebagai tugas budak itu justru mengajarkan kepemimpinan Kristiani yang sejati.
“Kepemimpinan bukan tentang kuasa atau jabatan, melainkan tentang pengabdian dan pelayanan. Yesus ingin kita mengikuti jejak-Nya, menjadi pelayan yang tulus dan rendah hati,” ujar Pastor Gabriel.
Ia juga mengutip Yohanes 13:14: “Jika Aku, Tuhan dan Guru, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.” Kata “wajib” dalam ayat itu, lanjutnya, bukanlah pilihan, melainkan keharusan bagi setiap pengikut Kristus untuk saling melayani.

Pastor Gabriel mengajak umat menjadikan tanah Mimika sebagai tempat yang benar-benar diberkati, di mana kasih dan cinta menjadi hukum tertinggi. “Kita semua hidup di dalam harmoni, dalam kasih, dan dalam damai. Tuhan memberkati kita semua,” pesannya.
Ibadah dilanjutkan dengan ritual pembasuhan kaki yang melambangkan kerendahan hati Yesus kepada murid-murid-Nya, kemudian perayaan Ekaristi, dan diakhiri dengan penghormatan Sakramen Maha Kudus. Sepanjang perayaan misa, pengamanan dilakukan oleh Tim Kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, serta Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Stefanus Sempan. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan lancar. (*)
