Sabtu, 30 Mei 2026
Beranda » Berita Utama » KKB dan KKP Jadi Ancaman Ganda di Papua, Satgas Ops Damai Cartenz Tekankan Pendekatan Hukum dan Kultural

KKB dan KKP Jadi Ancaman Ganda di Papua, Satgas Ops Damai Cartenz Tekankan Pendekatan Hukum dan Kultural

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • print Cetak
Bagikan

Mimika (Jurnal Timika) – Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa situasi keamanan di Papua tidak hanya diwarnai oleh aksi kekerasan kelompok bersenjata (KKB), tetapi juga oleh gerakan ideologis yang terstruktur melalui Kelompok Kriminal Politik (KKP). Keduanya menjadi tantangan ganda yang harus dihadapi secara cermat dan terukur oleh aparat keamanan.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) selama ini dikenal dengaqn aksinya yang brutal, menggunakan senjata api dan kekerasan untuk menciptakan gangguan keamanan dan menyasar aparat serta masyarakat sipil. Sementara itu, KKP justru bergerak lebih halus namun sistematis. Mereka menyusup lewat jalur intelektual, aksi massa, dan propaganda digital, dengan tujuan akhir memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ancaman KKB nyata dalam bentuk kekerasan, tetapi KKP menyerang dari sisi ideologi dan kesadaran generasi muda Papua. Ini justru lebih berbahaya dalam jangka panjang karena dilakukan melalui proses kaderisasi, AQ/7/2025).

KKP memiliki struktur dan jaringan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri. Organisasi seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) AQ negeri. Di dalam negeri, kelompok ini menyusup melalui jaringan mahasiswa seperti Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang tersebar di berbagai kota studi.

Isu-isu sensitif kerap dieksploitasi untuk membangun sentimen anti-pemerintah. Mulai dari isu rasisme, pelanggaran HAM, hingga penolakan terhadap program-program strategis pemerintah seperti ketahanan pangan, makan bergizi gratis, dan pemekaran daerah otonomi baru, semuanya disulap menjadi bahan bakar agitasi dan propaganda.

“Kami mencatat bahwa banyak disinformasi dan narasi provokatif beredar di media sosial yang menyebut program-program pemerintah sebagai bentuk penjajahan baru. Padahal, program tersebut bertujuan menyejahterakan masyarakat Papua,” lanjut Brigjen. Faizal.

Satgas Ops Damai Cartenz yang kini beroperasi di 11 kabupaten dengan fokus utama di Jayapura, Mimika, Deiyai, Dogiyai, dan Yahukimo, terus mengedepankan pendekatan hukum yang adaptif terhadap konteks sosial budaya Papua. Penegakan hukum tidak bisa dilakukan secara kaku, mengingat masih kuatnya ikatan kekerabatan adat.

“Banyak warga yang secara adat merasa berkewajiban membantu saudaranya di KKB atau KKP, meskipun tidak mendukung secara ideologis. Di sinilah kami melakukan pendekatan yang persuasif dan humanis. Pelaku utama tetap kami proses hukum, tetapi terhadap simpatisan, pendekatan antropologis menjadi kunci,” tegas Brigjen. Faizal.

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Satgas Ops Damai Cartenz disebut sebagai salah satu operasi dengan risiko tertinggi di Indonesia. Hampir setiap tahun ada personel yang gugur dalam tugas. Selain itu, keterbatasan infrastruktur, dukungan anggaran, dan sistem penghargaan yang belum optimal masih menjadi PR tersendiri.

Secara eksternal, regulasi yang ada—terutama dalam hal penanganan propaganda digital—masih belum cukup kuat. Banyak konten provokatif yang menyebar cepat namun sulit ditindak karena keterbatasan instrumen hukum.

“Masalah Papua tidak bisa hanya dibebankan ke TNI-Polri. Penyelesaian di hulu seperti pendidikan, pembangunan, dan penguatan institusi adat harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh kementerian/lembaga. Kami butuh sinergi yang holistik,” tutup Brigjen. Faizal.

Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di Papua dengan mengedepankan pendekatan hukum, dialog, serta kerja sama dengan seluruh elemen bangsa. Sebab, menjaga Papua tetap damai dan sejahtera adalah tanggung jawab kita semua. (Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Fisik Terhambat

    Pembangunan Fisik Terhambat

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) OBupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa kenaikan harga barang secara nasional menjadi salah satu penyebab utama lambatnya pembangunan fisik di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Hotel Horison Diana, Mimika, Rabu (20/5/2026). Bupati menyadari bahwa banyak masyarakat mengkritisi pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak berjalan. Menurutnya, ada sejumlah catatan penting yang […]

  • Dinkes Mimika Evaluasi Cakupan Ibu Bersalin, Dinkes Soroti Perilaku & Lonjakan HIV/AIDS

    Dinkes Mimika Evaluasi Cakupan Ibu Bersalin, Dinkes Soroti Perilaku & Lonjakan HIV/AIDS

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar pertemuan evaluasi cakupan program ibu bersalin di Hotel Grand Tembaga, Jumat (29/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan ibu bersalin serta menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, dalam sambutannya menekankan bahwa perubahan perilaku […]

  • Satgas TMMD Mimika Berikan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Kampung Pigapu

    Satgas TMMD Mimika Berikan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Kampung Pigapu

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Satgas TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Kodim 1710/Mimika kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menghadirkan layanan kesehatan keliling di Kampung Pigapu, Kabupaten Mimika. Program ini merupakan bagian dari upaya Satgas TMMD untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan warga di lokasi TMMD. Tim kesehatan Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika, turun langsung ke lapangan untuk […]

  • Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Jalan Petrosea

    Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Jalan Petrosea

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika – ( Jurnal Timika) Sesosok jenazah tanpa identitas ditemukan mengapung di sungai yang berada di Jalan Petrosea tembus ke arah Jalan Baru mengarah ke Bandara Mozes Kilangin Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (3/3/2025). Kapolsek Mimika Baru AKP Putut Yudha Pratama mengatakan, penemuan jenazah diinformasikan oleh masyarakat pukul 11.00 WIT. […]

  • Polres Puncak Jaya Lakukan Penyidikan Terhadap Tersangka Aksi Penembakan Di Kab. Puncak Jaya

    Polres Puncak Jaya Lakukan Penyidikan Terhadap Tersangka Aksi Penembakan Di Kab. Puncak Jaya

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanJayapura [Jurnal Timika}– Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, S.H., S.I.K., M.H., saat ini tengah melakukan penyidikan berlanjut kepada Pelaku aksi penembakan Alm. Sertu Mar Ismunandar dan Sdr. Serka Salim Lestaluhu yang terjadi di samping Puskesmas Mulia Kamp. Kulirik Distrik Muara Kab. Puncak Jaya. Penyidikan ini terjadi pada Senin (07/09/2024), dan Pelaku berinisial AW dan YW […]

  • Januari hingga Juli 2025 SAR Timika Tangani 13 Laka Laut dan 3 Kejadian Kondisi Membahayakan Manusia

    Januari hingga Juli 2025 SAR Timika Tangani 13 Laka Laut dan 3 Kejadian Kondisi Membahayakan Manusia

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika dari bulan Januari hingga bulan Juli 2025 telah menangani beberapa kejadian yang membutuhkan penanganan SAR. Dalam rilis resminya, SAR menangani 13 kejadian kecelakaan laut dengan catatan 48 orang dinyatakan selamat, 8 orang dinyatakan hilang dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu SAR Timika juga […]

expand_less