Pertengahan Tahun 2026, Pemkab Mimika Genjot OPD Kejar Target & Wajibkan Kemandirian Kerja
- account_circle Admin
- calendar_month 23 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Memasuki paruh kedua tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ananias Faot, melontarkan peringatan keras sekaligus arahan strategis bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokus utamanya adalah percepatan realisasi program agar target pembangunan tidak tumpang tindih di akhir tahun.
Dalam apel yang digelar Senin (22/6/2026), Ananias menyoroti temuan mengejutkan dari hasil monitoring dan evaluasi. Masih terdapat sejumlah OPD yang progres pelaksanaan kegiatannya tergolong rendah. Ia menegaskan bahwa kondisi ini adalah alarm bahaya yang tidak bisa dibiarkan dan menuntut respons cepat dari para pimpinan OPD serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
“Karena waktu terus berjalan, saya minta seluruh OPD dan PPTK memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan program. Jangan sampai ada yang menumpuk di penghujung tahun, apalagi yang menjadi prioritas daerah,” tegasnya, seraya mengingatkan agar setiap rangkaian kegiatan dijalankan sesuai regulasi demi menjamin kelancaran pelayanan publik.
Lebih dari sekadar mengejar angka, Ananias juga menyoroti pola pikir birokrasi yang dinilai masih menghambat efektivitas kerja. Ia secara blak-blakan meminta agar seluruh jajaran tidak lagi menggantungkan setiap langkah teknis pada arahan pimpinan. Menurutnya, pemahaman atas tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing merupakan kunci utama birokrasi yang gesit.
“Jangan selalu meminta petunjuk pimpinan untuk setiap kegiatan. Tidak semua pekerjaan harus menunggu arahan. Setiap OPD dan PPTK harus mampu menjalankan tugas sesuai kewenangannya secara mandiri dan bertanggung jawab,” ujar Ananias.
Tidak berhenti di situ, ia juga memfokuskan perhatian pada pengadaan barang dan jasa. Ananias menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mencermati betul setiap tahapan lelang dan pelaksanaan kontrak. Kepatuhan terhadap aturan main menjadi harga mati agar program berjalan mulus dan terhindar dari jebakan administrasi maupun risiko hukum di kemudian hari.
Pemkab Mimika berharap melalui penguatan pengawasan internal dan percepatan eksekusi program ini, capaian pembangunan daerah bisa meningkat drastis. Optimalisasi pelayanan publik kepada masyarakat menjadi tujuan akhir yang ingin diwujudkan melalui langkah tegas di sisa waktu anggaran yang ada. (Red)
- Penulis: Admin












