Gubernur Papua Tengah Buka IFRC ke-8 2026 di Mimika, 17 Tim Bersaing
- account_circle Admin
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, resmi membuka Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 di Mimika Sports Complex (MSC), Kabupaten Mimika, Sabtu (24/10/2026) malam. Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan sektor pertambangan dan energi berpartisipasi dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.
Pembukaan IFRC ke-8 turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia (PTFI) Claus Wamafma, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, sejumlah kepala daerah, serta pimpinan perusahaan pertambangan.

Kegiatan ini menjadi ajang peningkatan kemampuan personel pemadam kebakaran dan penyelamat, sekaligus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri pertambangan dan energi. Para peserta ditantang menunjukkan keterampilan dalam menangani keadaan darurat, sekaligus berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama antarpersonel penyelamat dari berbagai perusahaan.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan bahwa IFRC bukan sekadar perlombaan untuk menentukan tim terbaik. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Papua Tengah kepada masyarakat Indonesia serta mempererat persaudaraan di antara para peserta.
“Yang datang, selamat datang di Papua Tengah. Jangan hanya melihat kompetisinya, tetapi lihat juga betapa indahnya negeri ini yang memberikan berkat bagi semua orang,” ujar Meki.
Ia mengajak para peserta memanfaatkan kesempatan berada di Papua Tengah untuk mengenal keindahan dan potensi daerah tersebut. Meki juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat terhadap PT Freeport Indonesia serta penyelenggaraan IFRC agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Selain menyoroti pentingnya kompetisi bagi personel penyelamat, Meki memberikan perhatian kepada anak-anak dan generasi muda yang menyaksikan kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman melihat langsung keterampilan para penyelamat dapat menjadi pembelajaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan kemampuan menghadapi situasi darurat.
“Untuk anak-anak, jangan pernah berpikir ini hal biasa. Saksikan dengan baik dan ambil pelajaran supaya menjadi bekal pada masa mendatang,” katanya.
Keikutsertaan 17 tim dari 16 perusahaan dalam IFRC ke-8 tahun 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi personel pemadam kebakaran dan penyelamat, khususnya di sektor pertambangan dan energi. Kemampuan menghadapi keadaan darurat, ketepatan mengambil tindakan, dan koordinasi antartim merupakan aspek penting dalam mendukung keselamatan di lingkungan kerja yang memiliki beragam potensi risiko.
Melalui kompetisi ini, peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan sekaligus membawa pengalaman dan pengetahuan baru ke perusahaan masing-masing. Penyelenggaraan IFRC di Mimika juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas perusahaan dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penerapan standar keselamatan kerja.
Dengan semangat kompetisi dan kerja sama, IFRC ke-8 tahun 2026 diharapkan dapat mendorong peningkatan profesionalisme personel penyelamat serta memperkuat budaya K3 di industri pertambangan dan energi Indonesia. (Red)
- Penulis: Admin

















