DTPHP Mimika Dorong Pengembangan Sagu dan Kelapa untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
- account_circle Admin
- calendar_month 28 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) mendorong pengembangan sagu dan kelapa untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat ekonomi masyarakat. Program tersebut mencakup bantuan peralatan, dukungan operasional, dan rencana pengembangan kelapa pada areal sekitar 100 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DTPHP Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, SP., M.Si., mengatakan pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hal itu disampaikan di Timika, Jumat (16/10/2026).
Menurut Abdul Haris, pemerintah telah menjalankan program pengembangan sagu pada 2026 dengan memberikan peralatan yang membantu masyarakat membersihkan dan menebang tanaman agar proses panen lebih mudah.
“Untuk sagu, mereka diberikan alat untuk pembersihan dan penebangan sehingga lebih mudah ketika dipanen,” ujarnya.
Selain peralatan, pemerintah juga menyiapkan dukungan anggaran untuk menunjang kegiatan masyarakat di lapangan. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan operasional, seperti bahan bakar untuk mesin senso dan keperluan lain yang berkaitan dengan pengelolaan sagu.
Abdul Haris mengungkapkan, program pengembangan sagu yang berjalan tahun ini mencakup areal sekitar 100 hektare. Program tersebut diharapkan meningkatkan pemanfaatan sagu sebagai sumber pangan sekaligus sumber penghidupan masyarakat Mimika.
“Untuk tahun ini sudah berjalan,” katanya.
Selain sagu, DTPHP Mimika menyiapkan pengembangan komoditas perkebunan lain, terutama kelapa dan kopi, untuk program 2027. Untuk kelapa, Mimika Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian. Pemerintah merencanakan peremajaan tanaman kelapa yang sudah berusia tua agar produktivitas perkebunan dapat kembali optimal.
“Kalau kelapa di Mimika Tengah, itu peremajaan karena kelapanya sudah tua,” jelas Abdul Haris.
Ia menambahkan, program tersebut berkaitan dengan penanaman yang sebelumnya telah dilakukan pemerintah. Tanaman yang sudah ditanam saat ini masih dalam proses pertumbuhan.
Dalam pengembangan kelapa, Mimika memiliki potensi sumber bibit lokal di Atuka. Abdul Haris mengatakan tanaman kelapa dalam yang tumbuh di wilayah tersebut telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat.
“Kelapa dalam yang ada di sana sudah beradaptasi dengan lingkungan. Atuka juga merupakan sumber bibit,” katanya.
Menurutnya, bibit kelapa tersebut telah melalui proses sertifikasi dari instansi terkait sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pengembangan perkebunan. Pemanfaatan bibit lokal diharapkan membantu menjaga keberlanjutan program sekaligus mendukung kualitas tanaman yang dikembangkan.
Ke depan, DTPHP Mimika menyiapkan pengembangan kelapa pada areal sekitar 100 hektare. Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan produktivitas perkebunan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan sagu, kelapa, dan kopi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya lokal. Jika dikelola secara konsisten, komoditas tersebut berpotensi memperkuat kegiatan pertanian dan perkebunan masyarakat.
Dengan dukungan peralatan, anggaran, serta pemanfaatan bibit lokal, pemerintah berharap pengembangan komoditas unggulan Mimika dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pada masa mendatang. (Red)
- Penulis: Admin










