Cuaca Ekstrem Melanda Mimika, Bupati Imbau Hemat Air dan Waspada Kebakaran, Dinkes Ingatkan Ancaman Penyakit Musiman
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Perubahan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Mimika dalam beberapa pekan terakhir memicu kewaspadaan serius dari dua sektor sekaligus. Pemerintah Kabupaten Mimika mengeluarkan imbauan darurat terkait ketersediaan air dan kebakaran, sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai lonjakan penyakit musiman seperti malaria, DBD, dan ISPA.
Imbauan pertama disampaikan langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob saat memimpin apel pagi di Lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3, Senin (24/8/2026). Menyusul kondisi panas dan kering yang berkepanjangan, Bupati meminta masyarakat menggunakan air secara bijak.
“Kita perlu mengatur penggunaan air dengan baik karena beberapa wilayah mulai merasakan dampak kekeringan. Air yang tersedia harus digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Johannes.
Selain krisis air, Bupati juga menyoroti tingginya risiko kebakaran akibat cuaca kering. Masyarakat dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan dengan api. Imbauan ini menguat setelah kebakaran terjadi di dua titik pada Minggu (23/8/2026), termasuk di sekitar depan KPPN yang sempat mengancam fasilitas umum.
“Jangan sampai aktivitas membakar sampah atau membuka lahan justru menimbulkan kebakaran yang merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Mimika telah menggelar pelatihan keluarga tanggap kebakaran yang melibatkan 180 peserta, dan Distrik Mimika Baru telah menerbitkan larangan resmi pembakaran sampah serta lahan.
Di sisi lain, cuaca yang tidak menentu juga menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, mengingatkan bahwa pergantian cuaca panas dan hujan dapat memicu penyebaran penyakit.
“Perubahan cuaca harus diantisipasi bersama. Masyarakat perlu menjaga lingkungan tetap bersih dan memperhatikan kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit,” ujar Godfried, Senin (24/8/2026).
Dinkes Mimika menyebutkan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini masih terkendali dan belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, upaya pencegahan terus digalakkan. Dinkes akan melakukan fogging di wilayah yang membutuhkan berdasarkan laporan masyarakat atau pihak distrik.
“Setiap laporan dari masyarakat akan kami tindak lanjuti dengan melihat kondisi di lokasi. Jika memang diperlukan, petugas akan melakukan penyemprotan,” jelas Godfried.
Untuk pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Kabupaten Mimika masih menunggu alokasi masker dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Sebelumnya, provinsi telah menyalurkan 60 ribu masker untuk delapan kabupaten.
Selain langkah tanggap darurat, Dinkes Mimika bersama RSUD Mimika dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) juga tengah mempersiapkan program Medical Check-Up (MCU) gratis. Pemeriksaan kesehatan ini direncanakan digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika dan menyasar pegawai OPD serta masyarakat umum, dengan jadwal menunggu kesiapan teknis selesai.
“Program pemeriksaan ini sedang kami siapkan bersama rumah sakit, sehingga pelaksanaannya nanti dapat berjalan teratur dan masyarakat maupun pegawai bisa mendapatkan pelayanan sesuai jadwal,” pungkas Godfried.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap, melalui imbauan dan kesiapsiagaan dari berbagai sektor ini, masyarakat dapat terhindar dari dampak buruk cuaca ekstrem serta tetap sehat dan aman di tengah kondisi lingkungan yang menantang. (Red)
- Penulis: Admin








