Pimpinan LEMASA Tolak Wacana Ganjil-Genap SPBU di Mimika, Nilai Tak Sesuai Kebutuhan Masyarakat
- account_circle Admin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pimpinan Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menolak tegas wacana pemberlakuan sistem ganjil-genap untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Mimika. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif LEMASA, Stingal Johnny Beanal, saat dihubungi pada Selasa (4/8/2026).
Menurut Stingal Johnny Beanal, kebijakan yang dinilai tidak efektif ini dinilai kurang elok diterapkan di Mimika yang bukan merupakan daerah metropolitan dengan kepadatan penduduk dan kendaraan seperti di ibu kota. Ia menilai program tersebut tidak relevan dengan kondisi riil masyarakat setempat.

“Program ganjil genap untuk pengantrian SPBU di Kabupaten Mimika saya rasa ini tidak efektif dan kurang baik untuk masyarakat. Ini bukan daerah ibukota yang padat penduduk dan kendaraan,” tegasnya.
Stingal menambahkan, rata-rata masyarakat di Mimika masih kesulitan untuk mengisi bahan bakar, sehingga kebijakan pembatasan justru akan memberatkan. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika untuk lebih fokus merealisasikan program-program prioritas yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kalau pemerintah mau melakukan program, lakukan program lain yang dibutuhkan masyarakat. Seperti penyediaan air bersih, infrastruktur, lampu jalan, dan fasilitas umum lainnya. Itu program prioritas yang harus dilakukan sesuai visi dan misi bupati dan wakil bupati,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menyetujui adanya penambahan program yang dinilai tidak relevan dan tidak berproduk bagi masyarakat. Ia menilai, hal-hal yang menjadi kebutuhan pokok warga lah yang harus didorong pemerintah daerah saat ini. (Red)
- Penulis: Admin



