Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS bagi Generasi Muda Digelar di Mimika
- account_circle Admin
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar sosialisasi tentang bahaya psikotropika dan pencegahan HIV/AIDS yang menyasar anak dan remaja di Hotel Grand Tembaga, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau.
Dalam sambutannya, Fransiskus Bokeyau menegaskan bahwa anak dan remaja merupakan aset paling berharga bagi masa depan daerah, bangsa, dan negara. Kualitas generasi muda saat ini, kata dia, akan sangat menentukan masa depan Kabupaten Mimika ke depan.
“Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan terbebas dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar Fransiskus.
Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika dan psikotropika serta penyebaran HIV/AIDS masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penyalahgunaan obat-obatan terlarang tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan, memutus pendidikan, merusak hubungan keluarga, bahkan memicu tindak kriminal.
Demikian pula dengan HIV/AIDS yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Kurangnya pemahaman, informasi yang keliru, serta perilaku hidup berisiko dinilai dapat meningkatkan potensi penyebaran penyakit tersebut, khususnya di kalangan usia muda.

“Ingatlah bahwa masa depan Kabupaten Mimika berada di tangan generasi muda. Jadilah generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berintegritas, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitar,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Benni Pagita, dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai jenis-jenis psikotropika, cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS, serta dampak negatifnya terhadap aspek fisik, mental, dan sosial.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mencegah, menekan, hingga meniadakan kasus infeksi baru HIV/AIDS akibat penggunaan jarum suntik tidak steril dan perilaku berisiko lainnya. Tidak kalah penting, sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran diri agar anak dan remaja mampu menjaga diri serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk menjauhi narkoba.
“Kami juga ingin menghilangkan stigma negatif atau diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sehingga mereka mendapatkan dukungan sosial yang layak. Serta mendorong rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan psikotropika,” pungkas Benni. (Red)
- Penulis: Admin



