Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Hilang di Perairan Kaimana
- account_circle Admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Kabar duka menyelimuti keluarga Suhardin, seorang pemancing asal Kaimana yang dilaporkan hilang dalam kecelakaan pelayaran. Setelah empat hari menjalani pencarian intensif, tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah korban di perairan Kaimana pada Rabu (29/7/2026).
Suhardin diketahui mengalami kecelakaan saat mengoperasikan longboat fiber bermesin 15 PK. Ia dilaporkan hilang kontak setelah berangkat melaut seorang diri pada Sabtu (25/7/2026) dini hari dari Pelabuhan Telkom Kaimana menuju perairan Tanjung Bicari untuk memancing.
Koordinator Operasi SAR Kaimana, Silas Wopari, menjelaskan bahwa proses identifikasi jenazah dilakukan secara langsung oleh pihak keluarga. Kepastian bahwa jenazah tersebut adalah Suhardin diperkuat dengan ditemukannya ciri khas yang masih melekat pada tubuh korban.
“Keluarga dapat mengenali korban dengan jelas. Salah satu bukti fisik yang menjadi penanda utama adalah jam tangan yang masih terpasang di pergelangan tangan kiri korban. Dengan itu, keluarga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan adalah Suhardin, anggota keluarga yang selama ini mereka cari dengan harap-harap cemas,” ungkap Silas saat ditemui di posko SAR.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, masyarakat setempat, serta keluarga korban secara resmi dinyatakan selesai.
“Kami telah menutup operasi SAR. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan pengorbanan semua pihak selama proses pencarian berlangsung,” tambah Silas.
Di tengah rasa duka, Silas menyampaikan imbauan serius kepada masyarakat Kabupaten Kaimana, khususnya para pengguna transportasi laut dan nelayan, agar selalu mengutamakan aspek keselamatan saat beraktivitas di perairan.
“Kami mengingatkan agar setiap pengguna longboat benar-benar memperhatikan kapasitas muatan, memastikan kondisi mesin dalam keadaan prima, dan menyiapkan bahan bakar yang cukup sebelum berlayar. Risiko kecelakaan di laut bisa diminimalkan jika semua aspek kesiapan diperhatikan dengan saksama,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Suhardin berangkat melaut sendirian pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIT. Ia menjadwalkan kembali ke daratan pada pukul 10.00 WIT di hari yang sama. Namun, hingga waktu yang ditentukan, korban tak kunjung tiba di pelabuhan. Kekhawatiran keluarga pun memuncak hingga akhirnya melaporkan kejadian ini kepada otoritas setempat, yang kemudian memicu operasi pencarian selama beberapa hari terakhir. (Red)
- Penulis: Admin



