Bupati Mimika Tegaskan Netralitas Pemerintah dalam Musda KNPI
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika bersikap netral dalam pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II KNPI Kabupaten Mimika. Ia menyatakan bahwa pemilihan Ketua KNPI merupakan hak penuh organisasi yang harus berlangsung sesuai mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Johannes menegaskan bahwa pemerintah tidak berpihak kepada salah satu kandidat dan menghormati sepenuhnya proses demokrasi yang sedang berlangsung di tubuh KNPI.
“Pemerintah Kabupaten Mimika tidak berada di pihak calon mana pun. Kami menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan di KNPI. Biarkan seluruh peserta Musda menentukan pilihannya sesuai hati nurani dan mekanisme organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan keluarga besar KNPI dan pemerintah siap bekerja sama dengan kepengurusan yang sah,” ujar Johannes Rettob, Rabu (1/7/2026).
Ia menambahkan bahwa KNPI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi muda. Karena itu, Musda diharapkan menjadi ajang untuk memperkuat persatuan, bukan justru memunculkan perpecahan di kalangan pemuda.
Johannes juga mengimbau seluruh kandidat beserta para pendukungnya untuk menjaga etika organisasi dan menciptakan suasana yang kondusif hingga seluruh tahapan Musda selesai. Menurutnya, jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan dengan KNPI ikut memperkeruh situasi.
“Kompetisi adalah hal yang biasa dalam organisasi. Tetapi setelah proses ini selesai, tidak boleh ada lagi sekat-sekat. Yang dibutuhkan Mimika hari ini adalah pemuda yang bersatu, saling merangkul, dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.
Selain itu, Johannes berharap seluruh pemuda Mimika terus menjunjung tinggi sikap saling menghargai di tengah keberagaman yang ada. Ia juga mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada putra-putra asli Mimika, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro, apabila memiliki keinginan untuk memimpin organisasi di daerahnya sendiri.
Menurutnya, pemerintah tidak memiliki kepentingan terhadap siapa yang akan memimpin KNPI. Yang terpenting adalah terpilihnya figur yang mampu mengakomodasi seluruh organisasi kepemudaan, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah maupun masyarakat.
Johannes berharap seluruh rangkaian Rapimpurda dan Musda KNPI Kabupaten Mimika dapat berakhir secara damai, demokratis, dan menghasilkan keputusan yang diterima seluruh peserta.
“Yang terpenting bukan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana KNPI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda Mimika. Mari kita jaga persaudaraan dan bersama-sama membangun daerah ini,” tutupnya.
- Penulis: Admin



