15 Anak Putus Sekolah Asal Mimika Diberangkatkan ke Jakarta, Dibekali Pelatihan Sesuai Minat dan Pendampingan Psikolog
- account_circle Admin
- calendar_month 22 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Sebanyak 15 anak putus sekolah asal Kabupaten Mimika akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti program pelatihan kemandirian selama enam bulan. Pemberangkatan dijadwalkan pada awal Juli 2026, menunggu rampungnya seluruh proses administrasi.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Sosial Mimika, Emelia Samaran, saat ditemui di Hotel Horison Diana, Selasa (30/6/2026). Menurut Emelia, program ini dirancang khusus untuk membekali anak-anak dengan keterampilan hidup yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
“Sebelum pelatihan dimulai, mereka akan melalui tahap tes terlebih dahulu. Misalnya, jika ada anak yang hobinya menjahit, maka pelatihan akan diarahkan ke bidang itu. Kami ingin mereka mendapatkan ilmu yang benar-benar mereka sukai,” ujar Emelia.
Ia menjelaskan, ke-15 peserta merupakan anak-anak usia sekolah, sekitar 15 tahun, yang berasal dari latar belakang putus sekolah dan keluarga kurang mampu. Mereka tidak sekadar magang biasa, tetapi akan mengikuti pembinaan intensif yang mencakup pelatihan keterampilan teknis sekaligus pendampingan mental.
Yang membedakan program ini adalah perhatian besar pada aspek psikologis. Selama enam bulan di Jakarta, anak-anak tidak hanya diajari cara berwirausaha, tetapi juga akan didampingi oleh psikolog dan psikiater untuk membangun kematangan emosional dan mental. “Bukan hanya keterampilan fisik, tetapi mental mereka juga dibentuk. Saat pulang nanti, mereka diharapkan sudah lebih matang secara emosional dan siap mandiri,” tambahnya.
Dinas Sosial Kabupaten Mimika bertindak sebagai fasilitator penuh dalam program ini. Pihaknya akan mengantar langsung ke-15 anak ke Jakarta dan menempatkan mereka di lokasi pelatihan. Setelah enam bulan berakhir, mereka juga akan dijemput dan dikembalikan ke Timika.
Emelia berharap, bekal keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi modal bagi anak-anak untuk membuka usaha secara mandiri. “Apa yang mereka dapatkan di sana menjadi bekal buat mereka. Kami ingin setelah kembali ke Mimika, mereka sudah bisa berdiri di kaki sendiri dan bahkan memulai usaha dari keterampilan yang sudah diasah,” pungkasnya. (Red)
- Penulis: Admin












