Realisasi APBD Mimika Tembus Rp800 Miliar di Awal Juni, Pemda Optimistis Pacu Penyerapan Semester II
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
OPemerintah Kabupaten Mimika melaporkan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 hingga awal bulan Juni telah mencapai kisaran Rp800 miliar.
Meskipun angka ini masih berada di bawah target yang ditetapkan, jajaran eksekutif daerah menyatakan keyakinannya bahwa penyerapan anggaran akan melonjak drastis pada paruh kedua tahun ini.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Mallisa, mengungkapkan bahwa capaian saat ini didominasi oleh belanja operasional pemerintahan yang bersifat rutin bulanan.
Menurut penjelasannya, sejumlah program pembangunan masih berada pada tahap awal, yakni persiapan dan proses administrasi. Karena itu, kontribusinya terhadap realisasi anggaran daerah belum terlihat signifikan.
“Belanja pegawai dan operasional pemerintahan menjadi penyumbang terbesar realisasi anggaran untuk sementara ini. Untuk kegiatan fisik, sebagian besar masih dalam proses sehingga penyerapannya belum terlalu besar,” ujar Marthen di hadapan awak media, Senin (8/6/2026).
Ia memaparkan bahwa pola penyerapan anggaran di daerah ini biasanya akan mengalami percepatan setelah proyek-proyek pembangunan mulai bergulir di lapangan dan memasuki fase pembayaran pekerjaan.
Dengan mempertimbangkan tren tersebut, pemerintah daerah tetap optimistis. Marthen meyakini realisasi APBD akan tergerak lebih cepat pada semester kedua, seiring dengan upaya percepatan pelaksanaan program di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami berharap semua perangkat daerah segera menjalankan program yang telah direncanakan. Begitu pekerjaan fisik berjalan, otomatis realisasi anggaran ikut meningkat,” tambahnya.
Lebih jauh, Marthen menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mengejar target penyerapan anggaran. Fokus utama juga diarahkan pada kepastian bahwa setiap program yang dibiayai APBD benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menilai bahwa keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak bisa diukur semata-mata dari besarnya dana yang terserap, melainkan dari dampak nyata pembangunan yang dirasakan oleh warga.
“Yang paling penting adalah bagaimana anggaran yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendorong pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan seluruh program yang telah dialokasikan dalam APBD 2026 dapat berjalan sesuai jadwal, sehingga mampu memacu pertumbuhan pembangunan daerah hingga akhir tahun anggaran nanti. (Red)
- Penulis: Admin














