Stok Obat di Mimika Terjamin Aman, Dinkes Fokus Rehabilitasi Fasilitas Kesehatan hingga Penanganan Kusta
- account_circle Admin
- calendar_month 35 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
ViPemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan setempat menjamin bahwa pasokan obat-obatan serta bahan medis habis pakai (BMHP) untuk kebutuhan warga masih dalam kondisi cukup dan terjamin.
Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Golfried Maturbongs, pada Senin (1/6/2026). Menurutnya, stok yang ada saat ini masih mampu melayani masyarakat sembari menanti proses pengadaan untuk anggaran tahun 2026.
“Untuk saat ini, ketersediaan obat di Mimika masih dalam status aman dan cukup untuk pelayanan kesehatan warga,” ujar Golfried.
Tak hanya fokus pada ketersediaan obat, Dinas Kesehatan Mimika juga telah menyusun sejumlah program pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan sepanjang tahun 2026. Rencananya, akan dibangun puskesmas baru di Kelurahan Perintis, pengembangan layanan kesehatan di daerah pesisir dan pedalaman, serta rehabilitasi sejumlah puskesmas yang sarana dan prasarananya perlu ditingkatkan.
Golfried menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur kesehatan ini menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat di seluruh penjuru Mimika.
Salah satu prioritas utama adalah merehabilitasi fasilitas perawatan bagi pasien kusta di wilayah Pigapu. Pasalnya, bangunan yang ada saat ini dinilai sudah tidak layak dan tidak dapat mendukung pelayanan yang maksimal.
“Bangunan yang ada sekarang sudah tidak memungkinkan lagi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien kusta. Karena itu, rehabilitasi menjadi prioritas kami di tahun ini,” tegasnya.
Terkait penanganan kusta, Golfried mengungkapkan bahwa sebaran kasus penyakit tersebut di Mimika saat ini tidak lagi terpusat di satu wilayah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus ditemukan tersebar di beberapa lokasi seperti SP 2, SP 5, dan kawasan Kota Timika.
Untuk menekan laju penyebaran, pihaknya kini memperkuat strategi penemuan kasus secara aktif dengan meningkatkan skrining dari tenaga kesehatan, terutama terhadap anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita.
“Kami terus perkuat strategi skrining agar kasus baru bisa ditemukan lebih cepat, sehingga penanganan bisa segera dilakukan sejak dini,” pungkas Golfried. (Red)
- Penulis: Admin













