Dinas Ketahanan Pangan Mimika Targetkan 17 Kali GPM, Pasok Pangan Lokal untuk Program MBG
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 17 kali sepanjang tahun ini. Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 14 kali, dengan tiga kegiatan tersisa yang dijadwalkan pada momentum tertentu.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Gat Tebay, saat ditemui di Mimika, Rabu (21/10/2026). Menurut Gat, bahan pangan dalam kegiatan GPM dijual berdasarkan harga pembelian dari produsen atau distributor.
“Program nasional yang diinisiasi Badan Pangan Nasional ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat,” ujar Gat.
Selain GPM pada hari-hari besar, pihaknya juga mengoperasikan kios pangan keliling yang sewaktu-waktu hadir di sejumlah lokasi keramaian. Dinas Ketahanan Pangan juga berkolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta dinas yang menangani UMKM.
Gat mengatakan, jumlah pelaksanaan GPM tahun ini disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan kebijakan efisiensi yang berlaku. Selain menjaga stabilitas harga, Dinas Ketahanan Pangan Mimika juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal sesuai peraturan dan surat edaran bupati. Masyarakat diimbau memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman pangan lokal. Sementara itu, instansi pemerintah diharapkan mulai mengganti camilan dalam kegiatan kedinasan dengan produk berbahan dasar pangan lokal, seperti jagung, ubi, dan keladi.
“Kami berharap melalui peringatan Hari Pangan Dunia ini, masyarakat lebih menyukai dan mengembangkan pangan lokal menjadi produk unggulan daerah,” jelas Gat.
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika juga telah menjalin kerja sama dengan 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memasok bahan pangan lokal bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Gat, sejumlah sekolah sempat menghentikan kegiatan sementara akibat kabut asap. Meski demikian, pihaknya siap kembali melayani kebutuhan pasokan apabila kegiatan pembelajaran berjalan normal.
“Sekarang telah 10 SPPG yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Kami juga siap membuka peluang bagi SPPG lain yang ingin bekerja sama untuk memasok kebutuhan program,” ujarnya.
Lebih lanjut, dampak program terhadap peningkatan produksi pangan lokal belum terlihat secara signifikan karena pelaksanaannya masih relatif singkat. Selain itu, minimnya curah hujan dan kabut asap berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman pangan di wilayah Mimika. Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan terus mendorong pemanfaatan pangan lokal, baik melalui GPM, kios pangan keliling, maupun kerja sama dengan SPPG untuk mendukung program MBG. (Red)
- Penulis: Admin











