BRIDA Mimika Kaji Komoditas Unggulan Pertanian dan Perikanan di Mimika Timur, Mimika Barat, dan Agimuga
- account_circle Admin
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Suasana sosialisasi Brida
TIMIKA (Jurnal Timika)
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengkaji potensi pengembangan komoditas unggulan sektor pertanian dan perikanan di Distrik Mimika Timur, Mimika Barat, dan Agimuga. Kajian tersebut dibahas dalam seminar akhir yang digelar BRIDA Mimika di lantai dua Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika, Kamis (15/10/2026).

Seminar itu menghadirkan Soliha Viki Budiati dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku tim penyusun kajian. Hadir pula Plt. Kepala Dinas Perikanan Mimika Clemens Ohoilulin, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Abdul Haris Sudharmono, Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) Leonardus Tumuka, Kepala Distrik Agimuga Arianus Katagame, serta perwakilan pemerintah Distrik Mimika Timur dan Mimika Barat.
Plt. Kepala BRIDA Mimika Darius Sabon mengatakan kajian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengidentifikasi potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, BRIDA berperan memfasilitasi pelaksanaan penelitian dan kajian yang dibutuhkan pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan. BRIDA Mimika bekerja sama dengan BRIN serta perguruan tinggi di Papua dan sejumlah daerah lainnya, menyesuaikan kompetensi dan kebutuhan penelitian.
Darius berharap seminar akhir tersebut menghasilkan masukan konstruktif untuk menyempurnakan dokumen kajian sebelum ditindaklanjuti organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Ia menegaskan hasil penelitian harus memiliki manfaat nyata dan menjadi dasar bagi perangkat daerah dalam menyusun program sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Hasil kajian ini harus bisa ditindaklanjuti menjadi program nyata oleh OPD teknis. Jangan sampai penelitian hanya menjadi dokumen yang tersimpan, tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Darius.
Ia menjelaskan, rekomendasi kajian tersebut berkaitan dengan tugas Dinas Perikanan, DTPHP, serta pemerintah distrik di wilayah sasaran. Hal itu dinilai penting karena selama proses pengumpulan data, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi acuan dalam menentukan arah pengembangan komoditas unggulan.
Sementara itu, Bupati Mimika dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Herry Onawame menekankan bahwa pengembangan komoditas unggulan harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Menurut Bupati, sektor pertanian memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang usaha, serta meningkatkan sumber pendapatan masyarakat, terutama di kampung-kampung.
Namun, pengembangan sektor tersebut tidak cukup hanya dengan menentukan komoditas yang akan dibudidayakan. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan sarana produksi, pendampingan petani, dukungan transportasi, serta akses pemasaran yang memadai. Bupati menyampaikan kesesuaian lahan, ketersediaan air, kondisi lingkungan, pengalaman masyarakat, dan akses pasar harus menjadi pertimbangan dalam menentukan komoditas yang layak dikembangkan di Distrik Mimika Timur, Mimika Barat, dan Agimuga. Ia juga meminta hasil kajian dibahas dengan melibatkan pemerintah distrik, kepala kampung, penyuluh, dan petani sehingga rekomendasi yang dihasilkan sesuai kondisi nyata di lapangan.
Dalam sambutan tersebut, Bupati menekankan empat hal yang perlu diperhatikan dalam menindaklanjuti hasil kajian. Pertama, pemilihan komoditas unggulan harus didukung data dan analisis kelayakan usaha yang jelas. Kajian perlu mengidentifikasi jenis komoditas yang sesuai untuk setiap distrik, lokasi pengembangan, kebutuhan sarana produksi, perkiraan biaya, potensi hasil, risiko usaha, serta peluang pasar. Kepastian mengenai pelaku usaha, pola pendampingan, dan tujuan pemasaran juga diperlukan agar pengembangan komoditas memiliki prospek ekonomi yang terukur.
Kedua, petani dan masyarakat setempat harus menjadi pelaku utama. Peningkatan kapasitas petani, khususnya Orang Asli Papua (OAP), perempuan, dan generasi muda, perlu didukung melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Pengetahuan lokal masyarakat juga perlu menjadi bagian dari pendekatan pengembangan. Selain itu, penentuan lokasi harus dilakukan melalui komunikasi dan kesepakatan yang jelas dengan masyarakat serta pemilik hak atas tanah, dengan tetap menghormati hak masyarakat adat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Ketiga, pengembangan produksi harus disertai kesiapan pemasaran. Penanganan pascapanen, penyimpanan, transportasi, dan akses terhadap pembeli perlu direncanakan sejak awal agar peningkatan produksi dapat memberikan keuntungan bagi petani. Kajian juga diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan pasar, standar mutu produk, dan peluang kemitraan yang adil. Penguatan kelompok tani dan koperasi dapat dilakukan sesuai dengan kesiapan masyarakat setempat.
Keempat, pelaksanaan rekomendasi harus memiliki target dan tahapan yang terukur. BRIDA bersama perangkat daerah terkait diharapkan menyusun rencana tindak lanjut yang mencakup lokasi prioritas, kelompok sasaran, kebutuhan pembiayaan, penanggung jawab, serta indikator keberhasilan. Rencana tersebut perlu diselaraskan dengan prioritas pembangunan dan kemampuan keuangan daerah agar dapat dilaksanakan secara realistis.
Bupati juga mendorong agar implementasi hasil kajian dimulai melalui kegiatan percontohan di lokasi yang paling siap. Hasil pelaksanaannya kemudian dievaluasi sebagai dasar untuk memperbaiki dan memperluas pengembangan komoditas unggulan di wilayah lainnya. Melalui kajian ini, Pemerintah Kabupaten Mimika diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pertanian dan perikanan di Distrik Mimika Timur, Mimika Barat, dan Agimuga, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
(Red)
- Penulis: Admin










