Pemkab Mimika Siapkan Lahan 8,2 Hektar untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Iwaka
- account_circle Admin
- calendar_month 29 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial tengah mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 7-6, yang merupakan program prioritas nasional dari Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, tahapan awal difokuskan pada penyiapan lahan seluas 8,2 hektar di Kampung Iwaka, tepatnya di bekas kawasan Asrama.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Sosial Mimika, Emelia Samaran, saat ditemui di Hotel Horison Diana, Selasa (30/6/2026). Emelia menjelaskan, nama “Sekolah Rakyat Terintegrasi 7-6” diperoleh berdasarkan nomor urut yang ditetapkan. “Sementara ini kami dalam tahap persiapan untuk pembangunan. Kami menyiapkan lahan 8,2 hektar di Iwaka, bekas Asrama, yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah rakyat,” ujarnya.
Emelia mengungkapkan, saat ini masih terdapat sejumlah rumah di atas lahan tersebut yang sebelumnya merupakan bagian dari kawasan asrama. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan relokasi terhadap masyarakat yang menempati area itu terlebih dahulu. “Itu akan menjadi tahapan permintaan relokasi masyarakat supaya lahan itu clean and clear. Setelah itu, baru Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial yang akan bertindak sebagai penanggung jawab (PIC), dengan PUPR yang akan melakukan kontrak untuk pembangunan selanjutnya,” jelasnya.
Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak putus sekolah, terutama anak-anak asli Papua. Emelia menyebutkan bahwa saat ini telah ada sekitar 60 siswa yang menjalani pendidikan di fasilitas sementara Wisma Atlet yang dibuka pada tahun 2025 lalu, dengan rincian sekitar 30 siswa SMP dan 30 siswa SMA. Siswa yang bersekolah di sana berasal dari beragam latar belakang, mulai dari suku lokal, masyarakat Papua lainnya, hingga pendatang dari nusantara.
Selain persiapan fisik, Dinas Sosial juga sedang melakukan perekrutan tenaga pendidik lokal. Emelia menambahkan, informasi rekrutmen telah disampaikan dan proses tes untuk guru lokal akan dilaksanakan di Jayapura. “Bukan hanya guru, ada juga tenaga psikolog dan kebutuhan lainnya. Kami usahakan supaya guru-gurunya berasal dari lokal, bukan dari luar, agar tidak terganggu prosesnya,” pungkasnya. (Red)
- Penulis: Admin












